SIGN
Hanya menginginkan tak ada kata “OUT” di pojok kiri atas keitai denwa (携帯電話) yang selalu saya kantongi ketika menarik jangkar sehanyutnya kapal yang lepas dari ikatan tali di dermaga. Sekedar ingin melempar isi message yang isinya itu-itu terus sebagai penebus untuk rasa tak karuan dan tak jelas. Tak sekedar pasca lepas tali, sekiranya memang berpotensi untuk mendapatkan sinyal, ditengah tugas jagapun ketika mendekati pulau dengan alasan berkepentingan dengan toilet, langsung segera mengambil telepon genggam, dan dengan menetapkan toilet sebagai tempat yang aman, kembali hanya untuk sekedar melempar isi message yang isinya itu-itu terus sebagai penebus untuk rasa tak karuan dan tak jelas. Dan dalam waktu kerja yang beresiko agak “WAW” sekalipun ketika berlarinya kapal menuju fishing ground, ditempat pojok yang tersembunyi dari pantauan orang beda ras berpangkat, lagi-lagi hanya untuk sekedar melempar isi message yang isinya itu-itu terus sebagai penebus untuk rasa tak karuan dan tak jelas. Tak ada ganjaran lain selain ingin merasa tenang akan kesempatan yang ada, walaupun terkesan ganjen dan merasa orang penting, tak apalah ! abaikan saja, apresiasi setiap orang terhadap rasa senang itu berbeda, dan sayapun seolah orang yang paling tahu apa itu arti dari rasa tenang ketika ada kesempatan memangkas rasa tak karuan dan tak jelas yang sedikit melebihi gamangnya ketika berada 1 cm diatas 99 cm dengan sebuah momen keberhasilan bisa melempar message, fuih. Hamdalah saja, dan waktu pagi, siang juga malam tak ada bedanya, jikalau memang ada sinyal sebisa-bisa melempar message untuk dia yang mungkin sedang les, belajar atau tidur sekalipun.
俺 は 君 の 事 を 出来る だけ 守りたい だから さ、今 は 遠慮 なく した 方 が 良い。この 世界 の 中で、君 は 一人 しか いない し、 それで 君 の 変わり が いない から、君 を …